Sunyi

•May 12, 2010 • 1 Comment

Sunyi sepi menerangi malam
Kebahagian telah menghilang
Kesunyian membuka jiwa
Kesepian larut dalam mimpi

Teriak makian membayangi
Bersama suara-suara langkah kaki
Sesak dengan asap kendaraaan
Hilang kesejatian malam

Melangkah bersama bintang-bintang
Berbisik bersama suara jangkrik
Terdiam disudut bagai batu

Tak lagi kurasakan sesak nafasku
Inginku ketenangan abadi
Dalam pergumulanku di tengah malam

Orang gila

•May 12, 2010 • Leave a Comment

Setengah malam menjelang siang
Terkapar ditengah jurang penantian
Membusa bersama ombak dilautan
Geliat jiwa yang usang tak tertahankan

Hiruplah debu-debu keserakahan
Bukalah bajumu, berjalanlah bersamaku
Setengah telanjang
Jeritan-jeritan tenggelam dalam gelap

Setengah malam menjelang siang
Kami tidur terlentang
Kaki langit menyembul diawan
Binatang-binatang telah kenyang

Selamat malam matahari

Hitam Sempurna

•May 12, 2010 • Leave a Comment

Panas tak terpantulkan
Hitam kelam menerjang
Suara adalah tuli
Hitam kelam menjelang

Hitam cermin jiwa
Hitam nafas angkara
Dalam hitam cahaya adalah buta
Dalam hitam keindahan adalah neraka

Setetes cahaya jatuh terpancar, menguap
Mengerti adalah sia-sia

Bangun Kesiangan

•May 12, 2010 • Leave a Comment

Kantuk datang kala harapan menjelang
Terkapar terdiam termenung
Tak kuasa tenggelam dalam kegelapan

Mengerang kesakitan kala nasib memandang
Tiada kekuatan penolong datang

Dendam

•May 12, 2010 • Leave a Comment

Memanen benih-benih kesedihan
Tak pasti bila cahaya menerkam
Membeku dalam bara api
Tak perlu setan ’tuk merayu

Dimanakah nisan itu ada
Di relung hati para pendosa
Bahwasanya terselip kidung mesra
Tertawa mengejek para pencinta

Rutinitas terasa mencekam asa
Di lorong, di kantor, di rel kereta
Mayat hidup memenuhi kota
Hanya dendam yang takkan binasa

Kemarin

•May 12, 2010 • Leave a Comment

Darah mati mengalir deras
Tentang besok dan hari ini
Panen datang bulan ini
Anjing –anjing tak perlu menggonggong

Gegap gempita kaki melangkah
Angin puyuh menderu resah
Tak kuatkah tuan mencegah
Apa hendak dikata terserah
Kumpulan daun menyeraki tanah
Bukan hijau bukan coklat tapi merah
Putih menyatu warna darah
Tergantung dilorong dengan kepala pecah

Segar Bugar

•April 29, 2010 • Leave a Comment

Ketika kegelapan menjatuhkan bintang satu persatu
Ketika keabadian menjemur hitamnya wajah-wajah tanpa malu
Ketika onggokan sumpah serapah menyumpal jeritan tamu
Ketika belaian bara api menerpa membelenggu

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.